Kamis, 19 Januari 2023

MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION

Rabu, 11 Januari 2023, 19.00 WIB Malam ini merupakan pertemuan ke 2 kelas menulis gelombang 28 KBMN PGRI yang akan dikomandani moderator sholcan  Ibu Widya Setianingsih, S. Ag. 

Selama 2 jam ke depan kita akan sharing tentang  MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION  bersama  narasumber hebat luar biasa, Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd. yang lebih akrab dengan sapaan Ibu Kanjeng, Sang Ratu Antologi. Beliau adalah seorang guru pegiat literasi nusantara, Penulis 21 buku, sebagai editor sejak tahun 2019, Motivator, blogger, dan Founder PMA Literasi Istikamah. Menyelesaikan S1 di FKIP Bahasa Inggris UNS dan S2 di UMS, beliau juga sebagai pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah. Hobi silaturahmi, traveling, dan membaca.  

 

Tepat pukul 19.36 WIB Bu Kanjeng  memberi salam, menyapa peserta yang sudah menunggu kehadirannya di WAG KBMN 28 sejak pukul 19.00 WIB. Peserta telah siap menadah ilmu dari sang Ratu Antologi.
Menurut Bu Kanjeng, Peserta di angka 1000 itu luar biasa. Yang menjadi tantangan bagaimana agar semua peserta bisa naik kelas.
Insyaallah BISA...Bergandeng tangan, saling suport dalam doa dan rasa ingin maju bersama 💪🏻

Menulis menjadi passion yang menjanjikan, artinya

Passion atau renjana adalah satu gairah yang dimiliki semua orang. Bagaimana kita menjaga passion dan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dan ingin lagi. Sehingga tidak pernah padam. 

Begitu juga dengan proses menulis. Ketika kita sudah menjadikan sebagai renjana, maka giat menulis tidak akan padam. Karena sudah menjadi kebutuhan bukan beban. Jadi ketika belum menulis ada sesuatu yang kurang. Dengan menulis langsung plong. 

Yang menjadi tantangan, MAMPUKAH KITA MENJADIKAN MENULIS ITU SATU KEBUTUHAN,atau  FOOD  SUPLEMEN yang akan membawa kita menjadi orang yang mulia.

Mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan? 

  • Karena menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.
  • Hingga hari ini profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial

Kendala dan hambatan dalam menulis antara lain

  • Tidak bakat menulis
  • Tidak memiliki waktuTidak memiliki ide.
  • Tidak mau dikritik.
  • Tidak suka menulis. 

Alasan untuk menulis :

  • Mengapa kita menulis
  • Bagaimana cara menulis
  • Kapan kita menulis

Mengapa kita menulis? 

Menulis  versi Founder KBMN  antara lain bisa traveling  ke luar negeri, karena memang lomba  bisa dapat duit dari gopay, bisa ketemu mas Menteri, bisa ketemu Pak Presiden.  Bisa mengedukasi pembaca untuk  berliterasi. Dan yang tak kalah berharganya bisa keliling Indonesia karena menulis.

Para alumni di kelas menulis KBMN PGRI sudah merasakan suksesnya seperti. Bu Aam dan Mr. Dail sangat bahagia karena belum genap 1 tahun sudah punya 60 buku Antologi.  Ini semua hasil dari Menulis saat mind set nya sudah diubah menjadi " Writing is My Passion".

Bu Kanjeng  yang belajar menulisnya saat senja, Menulis bagian dari healing. Sudah usia 50 tahun bagaimana supaya bisa punya kacamata 5 Dimensi saat membaca  menulis dan berbicara. Bagaimana agar tulisan kita memiliki  takdir yang baik, dan bisa sebagai pemberat amal.

Hubungan menulis dengan healing

Sebagai manusia tentu tak pernah lepas dari masalah.  Dari mulai masalah upil  yang sipil, sampai masalah yang besar dan menggurita. Nah disini kita perlu healing. Menulis bisa jadi satu solusi. Yang paling sederhana  kita langsung mohon dan menuliskan masalah yang ada. Kita konsultasi pada Allah lewat tulisan. Setelah itu dibaca. Mau dimusnahkan atau mau diabadikan terserah saja. Dada menjadi lapang. Pikiran tenang dan masalah pun hilang.Tulis.. Yok tulis agar hati plong...

Motivasi menulis menurut Bu Kanjeng, sesuai hadits  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ “Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”
Langkah-langkah menjadi Penulis yang Baik 
  1. Read : Untuk menjadi penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita).
  2. Discuss : Hal ini penting karena ide dan gagasan sering muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau bacaan kita sendiri. Bila diperlukan kita memiliki mentor menulis yang tepat.
  3. Look and Feel : Baik secara langsung atau apa yang kita lihat dan baca di media.
  4. Socialize : Berapa banyak pengetahuan, pengalaman, dan kisah orang lain yang dapat kita serap?
Persiapan sebelum menulis

1). Menggali dan menemukan gagasan/ide

  • Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka.
  • Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

2). Tentukan tujuan, genre, sasaran pembaca

      Setelah menentukan gagasan/ide, penulis perlu menentukan tujuan menulis. genre yang diikuti serta target segmen pembaca.
  •  Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan.
  • Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable

3). Menentukan topik

    Penentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih dan           siapa sasaran pembacanya.

  • Misalnya, tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar tentang kesehatan. Genrenya tulisan populer.
  • Jika sasarannya adalah orang tua (manula), maka penulis bisa menentukan tulisan misalnya dengan topik “Hidup sehat di usia senja”.

4). Membuat Outline

     Outline merupakan bentuk kerangka tulisan.

  • Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja.
  • Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan. 

5).Mengumpulkan bahan materi /buku

    Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi

  • Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.
  • Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan. 

Langkah selanjtnya setelah menyelesaikan naskah kasar dari buku yang kita tulis (rough draft), tahapan yang harus dilewati hingga terbitnya buku kita adalah:

1. Editing, pada tahap ini membahas tentang:

    a. Membaca ulang
    b. Menyempurnakan draf

2. Revising

    aMengubah beberapa bagian naskah.
    b. Melengkapi naskah
    c. Mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis.

     

3. Publishing

    a. Pengiriman naskah
    b. Pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading)
    c. Pencetakan
    d. Promosi dan distribusi

Menulis itu harus sabar

Penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence)

  • Tulislah semampu kita terlebih dahulu. Jangan berhenti 
  • Jangan berfikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis.

 Kata penutup  dari Bu kanjeng , "Sebagai manusia hanya bisa mengajak kebaikan dan agar bisa bersama-sama naik kelas dengan menulis. Karena menulis adalah keterampilan tertinggi saat mengolah rasa, mengolah kata, dan merangkainya jadi pesan yang bermakna bagi si pembaca. Dan yang terpenting lagi dari apa yang kita tulis Allah rida. Sehingga ada nilai ibadahnya dan insyaallah  dengan menulis kita bisa mulia di mata Allah. Aamiin YRA".

 Demikianlah materi  dari narasumber Sang Ratu Antologi  malam ini. Sangat bermanfaat dan benar-benar menginspirasi kita. Kuncinya jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Kerja keras... Dan semangat.

Ingat tidak semua mimpi sekedar bunga, dengan rasa percaya kita akan mewujudkannya menjadi nyata.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAULID NABI BERSAMA USTADZAH HALIMAH ALAYDRUS

Ahad, 01 Oktober 2023 masjid Al I'tishom Pemkot Tangerang Selatan mengadakan perayaan Maulid Nabi bersama ustadzah kondang Halimah Alayd...