Selasa, 17 Januari 2023

MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH


 Senin, 16 Januari 2023, 19.00 WIB merupakan pertemuan ke 4 kelas menulis gelombang 28 KBMN PGRI. Malam ini bersama narasumber hebat Bapak Eko Daryono, S. Pd.mengangkat tema "MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH"  dan dikomandani moderator cantik Ibu Nur Dwi Yanti, S. Pd. yang sedang menempuh pendidikan S2,guru super hebat yang serba bisa, dengan segudang prestasi,alumnus Kelas BM Gel 24 dan mendapat kepercayaan sebagai bagian dari tim solid di bawah asuhan Om Jay. 
Yuuk,kenalan dulu dengan narasumber kita malam ini!
Bapak Eko Daryono, S. Pd. biasa disapa Mr. Yons, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara, beliau lahir di Karanganyar 20 Desember 1975. Guru di SMP Negeri 3 Mojoloban Sukoharjo, saat ini sedang mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 BBGP Provinsi Jawa Tengah. sebagai penulis dan editor buku, sebagai narasumber beberapa kelas menulis, memiliki 14 buku kesejarahan, 2 buku traveling, 2 buku KTI, dan 4 buku antologi. Lebih lengkapnya intip link di bawah ini👇

https://maseko1275.blogspot.com/2021/11/profil.html

Tepat pukul 19.30 WIB baru dimulai karena Mr. Yons menunaikan ibadah sholat isya terlebih dahulu. Narasumber mengawali kegiatan malam ini, dengan mengajak peserta untuk memanjatkan syukur ke hadirat Allah Sang Maha Pencipta. Atas perkenan-Nya lah kita dapat berjumpa di ruang maya. Ruang yang sejatinya terhubung berkat ridha Allah. 

Mr. Yons mengucapkan selamat  kepada Dr Jay (Omjay) beserta Tim Solidnya yang telah berhasil menebar virus menulis di seantero nusantara, dan berharap semua peserta  meluruskan niat untuk belajar dan memperteguh minat untuk menerbitkan buku khususnya solo karier.

 Mr. Yons juga bagian dari Akademinya Omjay, berada di Angkatan ke-12. Berkat tantangan menulis dari para narasumber akhirnya Mr. Yons terjun menjadi salah satu pemateri.

Materi  malam ini adalah Menulis Buku dari Karya Tulis Ilmiah. Lebih tepatnya Menerbitkan buku dari Karya Tulis Ilmiah. Tema yang sekilas teoristis dan bikin pusing mengingat tidak ada standarisasi konversi KTI menjadi buku. Namun demikian, dari berbagai pengalaman yang telah disampaikan oleh para Widyaiswara, Peneliti LIPI, Pakar Menulis akhirnya mengerucut pada standar isi buku. Meski demikian, standar tersebut sifatnya tetap fleksibel. Beda penulis kadang beda persepsi

 Apa itu KTI?

KTI dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah

Apa sajakah yang termasuk KTI

Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Nonbuku dan KTI Buku

1. KTI Nonbuku antara lain :

  • KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi
  • KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal
  • KTI berupa ulasan atau resensi

2. KTI Buku :

  • Buku Bahan Ajar : diktat, modul, buku ajar, buku referensi
  • Buku Pengayaan : monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan
  • Buku kompilasi : bunga rampai, prosiding

Ternyata tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, namun bukan buku. Lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas

Bagaimana struktur penulisan KTI?

Umumnya seperti struktur bab berikut ini :


Struktur di atas umumnya dijadikan sebagai standar dalam menyusun bab-bab dalam KTI meskipun untuk KTI sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap kampus

            Perbedaan laporan KTI dan KTI yang dikonversi menjadi buku:

Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI
Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab
Secara Bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga Bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis

Cara mengkonversi KTI menjadi buku adalah : 
1. Memodifikasi Judul
Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu).
Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.
Contoh buku konversi dari hasil penelitian Mr. Yons


2. Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan
KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku seperti yang telah saya uraikan di atas.
Nah, pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah
 
3. Modifikasi Bab I
Bab I yang biasanya PENDAHULUAN boleh tetap dipertahankan judulnya dengan PENDAHULUAN , boleh PEMBUKA atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan buku

Pada konversi PTK yang Mr. Yons buat, pendahuluan dirubah dengan FENOMENA PEMBELAJARAN TIK yang tentunya berisi mengenai fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku
Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang

4. Modifikasi Bab II
Contoh isi bab II dari PTK yang saya susun sebagai berikut:


Susunan bab dan sub bab di atas diubah dalam gaya penulisan buku sehingga menjadi beberapa bab, yaitu :

5. Modifikasi Bab III
Substansi bab 3 sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya
Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan adalah :
a. Benar-benar menghilangkan bab III, 
    Maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa         dicermati dari isi          pembahasannya
b. Menginclude bab 3 di bab 2 
    Maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3.
c. Menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan
    Maksudnya menyampaikan substansi isi bab 3 sebagai awal pembahasan
    Sebagai contohnya berikut ini :
Namun narasi tersebut butuh kehati-hatian. Jika untuk kepentingan kenaikan pangkat bagi guru ASN, maka narasi tersebut perlu dipertimbangkan untuk dicantumkan
Butuh ekstra di bagian Bab III, butuh mentoring untuk editingnya

6. Modifikasi Bab IV
Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV
Dalam contoh yang Mr. Yons berikan, Bab VI STRATEGI TIM QUIZ DALAM PEMBELAJARAN TIK
Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.
Misalnya Mr. Yons pernah mengedit buku hasil lomba Dharma Wanita SMK se Provinsi Jawa Timur. Foto-fotonya full karena memang berisi cara membuat kerajinan, makanan

7. Modifikasi Bab V
Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul PENUTUP. Judul tersebut dapat dipertahankan.
Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.
Mr. Yons pernah mengedit desertasi yang bagian penutupnya komplit terkait dengan implikasi substansi isi buku

8. Modifikasi Lampiran
Lampiran yang disertakan hanyalah instrument penelitian atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah.

Hal-hal  yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku

1. Keaslian laporan hasil penelitian. 
Tindakan Plagiat tidak dibenarkan terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri. Kalau karya seperti skripsi, tesis apalagi desertasi akan langsung ketahuan jika plagiat karena sudah ada generate machine untuk pengecekannya.

2. Menghindari kompilasi yang terlalu banyak
Include saja pendapat pada ahli yang mendukung substansi ini, sisanya mengembangkan dengan analisis dari sudut pandang penulis. Mengapa demikian, saat penulis menerbitkan buku dari hasil KTI-nya sedang otomatis dia sedang menyuguhkan bahan pustaka kepada pembaca. Kegiatan sekedar meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya penulisan kutipan.

3. Memilah dan memilih data yang dipublikasikan
Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis.

4. Memodifikasi bahasa buku
Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut. Termasuk menyebutkan kata penelitian ini, peneliti, bahkan penulis.

5. Hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

6. Wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku..

7. Memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB

Tepat 1 jam pemaparan selesai,luar biasa pemaparan materi malam ini,,karena membuka pikiran kita dalam mengkonversi karya ilmiah menjadi sebuah buku yang menarik.
Mr. Yons yakin dari 1000an peserta di sini sudah memiliki karya tulis ilmiah dalam berbagai bentuk
Dan ini yang akan menggelitik para peserta untuk mengkonversi karya ilmiahnya. Jangan biarkan bersembunyi dalam almari buku di rumah. Konversi dan jadikan cuan.

Berikutnya sesi tanya jawab, diawali pertanyaan dari Tim Solid OmJay, Ibu Lely:
Bagaimana cara mengubah gaya penulisan kutipan/ pendapat dari para pakar, agar tidak sekedar copas saja?.. contohnya?
Mr.Yons menjawab: Sumber Asli
Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 menyatakan bahwa:
“Karya tulis ilmiah yang selanjutnya disingkat KTI adalah tulisan hasil litbang dan/atau
tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh
perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah

Modifikasi
“Karya tulis ilmiah merupakan tulisan perseorangan atau kelompok dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, dan pemikiran sistematis yang yang memenuhi kaidah ilmiah (Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014)

Berikutnya pertanyaan dari peserta gelombang 28, Amin Kurniawan dari Ponorogo
1. Bagaimana caranya membuat buku dari hasil penelitian yang filenya sudah hilang apakah mengetik        ulang atau bagaimana mohon pencerahnya.?? 
2. Bagaimana merubah dari hasil laporan karya ilmiah.  menjadi suatu artikel yang menarik??
Jawaban Mr. Yons :
(1) Kalau ada naskahnya bisa discan kemudian dikonvert ke doc, 
(2) Artikel atau buku?} Kalau artikel, ringkas isi LKI-nya kemudian modifikasi judul yang menarik

Pertanyaan dari bapak Teguh Wiyono:
Luar biasa materi yang diberikan oleh Bapak Eko
Menjadikan karya tulis menjadi Buku sepertinya membutuhkan "KEBERANIAN"
bagaimana agar buku modifikasi kita tadi sesuai kaidah penulisan? Mohon penjelasannya!
Jawaban Mr. Yons : Pahami kaidah penulisan buku termasuk didalamnya struktur dan kebahasaan buku.

Pertanyaan terakhir dari Farida Lisanti ,Musi Rawas
Salam hangat Mr. Yons🙏 wah luar biasa penjelasannya 👍👍 saya belum pernah mengubah KTI menjadi buku apalagi untuk kenaikan pangkat, sepertinya memerlukan ketelitian, mohon dapat menjelaskan pada bagian: 1. hindari pengambilan kutipan yg berantai?  sedangkan pendapat tersebut sudah tertera di Tesis kita,  kok harus dihindari ? 
2. Mohon penjelasannya kaidah penyusunan buku ber ISBN ? Kalau ada panduan bolehkah kami dibagi ? 
terima kasih
Jawaban Mr. Yons : (1) Maksudnya kutipan berantai Si A seperti dikutip si B menyatakan bahwa...... Intinya ambil sumber pertama. Kutipan dalam buku tidak harus sama persis dengan kutipan di tesis, bisa berkurang bisa bertambah. (2) Buku ber-ISBN biasanya minimal 60 halaman
       Bagian buku ber-ISBN biasanya👆

Dari apa yang dipaparkan Mr. Yons sangat luar biasa. Mampu membuka cakrawala kita dalam mengkonversi KTI menjadi buku yang menarik, buku yang memiliki daya jual.

Tepat pukul 21.30 WIB sesi tanya jawab selesai, Mr. Yons memberikan closing statemen "Jangan takut gagal sebelum mencoba. Berdayakan karya kita menjadi buku yang bermanfaat menjadi ladang amal kita

Prinsipnya agar kita mantap menjadikan KTI menjadi buku adalah : “Menulis itu olah kata dengan rasa, karena menulis seperti berbicara dan teman bicaranya adalah HATI.” Eko Daryono – Sang Pena Lereng Lawu. Kejujuran adalah hal yang utama. Demikian paparan Mr. Yons.

Maasyaa Allah Mr, Yons, pemaparan yang sangat runtut dan lengkap, ilmu yang luar biasa, sangat menginspirasi. Jazakallahu khair Mr. Yons, baarakallahu fiikum. Semoga Allah selalu melindungi Mr. Yons dan keluarganya, semakin sukses dengan karya-karyanya yang menginspirasi banyak orang. Aamiin. 




8 komentar:

  1. Mantap.. sudah rapi..semangat mbak..🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih say, asyaaap menerima arahan cikgu

      Hapus
  2. Mantap....keren.....jadi semangat....

    BalasHapus
  3. Semangat menulis Bun....mantul....

    BalasHapus
  4. Mantap resumenya Bund, jika berkenan silahkan mampir ke lilik-kistiana.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih belajar bu Lilik. Terima kasih.
      Siap silaturahim

      Hapus

MAULID NABI BERSAMA USTADZAH HALIMAH ALAYDRUS

Ahad, 01 Oktober 2023 masjid Al I'tishom Pemkot Tangerang Selatan mengadakan perayaan Maulid Nabi bersama ustadzah kondang Halimah Alayd...