Selasa, 31 Januari 2023

MENULIS ITU MUDAH

 Jumat 27 Januari 2023, 19.00 WIB merupakan pertemuan ke 9 gelombang 28 KBMN PGRI. Malam ini kita dibersamai oleh narasumber yang juga seorang Kyai..
Beliau adalah Prof. Ngainun Naim yang juga seorang dosen di Perguruan Tinggi Negeri , IAIN Tulungagung
Menulis itu Mudah merupakan tema yang akan beliau bagikan dengan berbagai tips dan triknya di malam ini.
Itulah tulisan pembuka moderator cantik dan energik malam ini  asal Banjarnegara Jawa Tengah yang sudah memiliki banyak karya sebagai penulis hebat, Ibu Lely Suryani, S. Pd. SD.



Kubaca di WAG KBMN 28 tulisan narasumber  Prof. NGAINUN NAIM....WRITING IS EASY?
Yakin nih? Sebagai penulis pemula tentunya ini materi yang sangat menarik. Simak yuuuk.....

 Prof. Ngainun Naim mengatakan tidak akan menjelaskan bahwa menulis itu mudah atau sulit. Beliau hanya ingin mengajak peserta bisa menulis. Caranya satu: dengan MENULIS.
Apa yang mau ditulis?
 Beliau punya satu tulisan sederhana. Tulisan beberapa tahun lalu. https://ngainun-naim.blogspot.com/2016/06/suatu-sore-di-bulan-ramadhan.html
Tulisan ini hanya beberapa paragraf. Berkisah tentang suasana ramadhan di ALun-Alun Trenggalek tempatbeliau tinggal.

Ini contoh lagi tentang kisah pertemuan beliau dengan seorang sahabat yang sebelumnya hanya beliau kenal di WA.
 
Intinya beliau ingin menyampaikan salah satu kunci menulis yang mudah:
 (1) Menulislah hal-hal sederhana yang kita alami.
 Tulisan ini hanya beberapa paragraf. Berkisah tentang suasana ramadhan di ALun-Alun Trenggalek tempat beliau tinggal.
Jadi pengalaman hidup sehari-hari itu sumber tulisan yang subur.
Kita akan mudah menuliskannya karena kita menceritakan apa yang kita alami.
Tinggal kita memilih aspek apa yang mau kita ceritakan.
Tidak usah bingung2 mencari ide yang lain .
Jadi ya apa yang kita alami sehari-hari. Tulis saja. Jangan takut salah atau jelek.
Takutlah jika tidak menulis. Jika kunci (1) dijalankan, menulis akan mudah.

 Kunci ke (2): Jangan menulis sambil dibaca lalu diedit.
         Itu menjadi hambatan psikologis dalam menuangkan pikiran.
         Nulis itu ya nulis. Keluarkan saja apa yang ada dalam pikiran secara bebas.
        Terus saja menulis. Nah, selesai menulis atau karena sudah habis yang mau ditulis, tinggalkan dulu.
         Simpan di komputer. Jangan dibaca dulu. Cari suasana psikologis yang berbeda. 
         Istilahnya ENDAPKAN DULU.
         Saat berbeda, misalnya nulisnya pagi, maka saat sore baru dibaca. Cermati kalimat demi kalimat.
         Tambahkan ide yang ada jika memang perlu ditambah. Jika ada typo, perbaiki.
         Sebelum mengunggah ke blog atau Kompasiana, saya selalu membaca ulang tulisan saya.
         Bisa sekali atau dua kali. Uhtuk meminimalkan hal yang tidak sesuai dengan keinginan.
         Kenapa? Karena tulisan kita adalah jejak kita.
 

Ke (3) menulis tentang perjalanan.
 Ini juga jenis tulisan yang mudah dibuat.
Kita semua sangat sering melakukan perjalanan.
 Beliau sendiri baru sampai di rumah jam 18.20 setelah dari Jakarta tadi siang.
 Nah, apa-apa yang kita lakukan di perjalanan bisa kita tulis.
Jika kita rekreasi, tulis saja hal-hal yang kita alami.
 Itu mudah karena kita menjalaninya.
 Ini contoh catatan saya ke Kupang sebelum pandemi.

Ke (4) MENULIS SECARA NGEMIL. Sedikit demi sedikit.
(Seperti ngemil kacang bawang he he)
Beliau nyaris setiap hari menulis beberapa jenis tulisan.Tidak banyak.
 Untuk blog atau Kompasiana, saya menarget 3-5 paragraf.
Untuk artikel jurnal, saya menarget 1 paragraf.
Itu target minimal. Itu yang beliau perjuangkan.
 Pagi beliau menulis artikel jurnal 1 paragraf.
 Sampai di kantor beliau menulis untuk blog. Paling 1-2 paragraf.

4 hal itu mudah untuk dipraktikkan.

 Contoh penulisan jurnal:
Silahkan dikunjungi.
 Ini Google Scholar beliau. Di sini ada sekian ratus artikel jurnal beliau.

Cara untuk mengatasi hal-hal seperti kesulitan memulai menulis pada alinea awal. Sudah ada gagasan dalam kepala tetapi tidak tahu bagaimana menulisnya. Hal ini terjadi di awal-awal sebelum menulis pargaraf pertama dalam tulisan.
Kesulitan itu biasanya karena persoalan psikologis. Takut jelek, takut salah, dan seterusnya. Itu harus dilawan. Caranya pokoknya ya ditulis. Bisa dilihat dari blog beliau. Beliau selalu mengawali tulisan dengan prolog sederhana. Ini sebagai pintu masuk untuk paragraf demi paragraf berikutnya. Kata salah seorang penulis: cara melawan kesulitan adalah dengan melakukan.

 Agar menulis itu benar-benar mudah adalah langkah awalnya itu dipaksa. Ya, tidak ada yang benar-benar mudah dalam hidup ini. Semua butuh proses, awalnya dipaksa, lama-lama menjadi biasa dan akhirnya menjadi benar-benar mudah.
 Jadi jika menulis ingin benar-benar mudah, paksalah untuk menulis setiap hari.
Jika mampu menulis setiap hari selama tiga bulan, buktikan nanti akan ketagihan.

Lawan terbesar penulis adalah diri sendiri. Itu butuh perjuangan.  Pokoknya  menulis saja. Kualitas itu akan meningkat seiring dengan banyaknya karya yang kita hasilkan. Tentu juga harus belajar tanpa henti. Beliau sampai sekarang masih terus belajar, mencari informasi, menonton YouTube, membaca, dan terus menulis. Jadi teruslah menulis. Bagaimana kualitas bisa meningkat jika berhenti menulis?

Cara mengatasi agar nulis dengan cara nyicil, tidak kehilangan orientasi, adalah dengan membiasakan membuat TEMPLATE atau semacam ancangan (kerangka) sederhana saat membiasakan menulis secara nyicil. 
Contoh kita akan  menulis tentang: EMPAT HAL YANG MUDAH DITULIS.
 Paragraf satu: buat panduan: Menulis Itu mudah apa sulit?
Paragraf 2: Menulis yang dialami.
 Paragraf 3: Menulis Perjalanan
 Dan seterusnya.
Jadi setiap paragraf sudah ada kata kuncinya biar tidak liar ke mana-mana.
 Itu memudahkan kita dalam mengeksekusi ide saat memilih metode NYICIL

Cara memunculkan ide supaya bisa menulis dengan sudut pandang yang berbeda,  punya kesan lebih bermakna adalah denga banyak membaca. Banyak berlatih. Terus menulis. 

Tips untuk penulis pemula agar bisa rilek menulis, mudah konsentrasi, ide mengalir walau dalam kesibukan,adalah: 
Menikmati semua yang kita kerjakan. Kesibukan itu bukan hambatan menulis. Kuncinya komitmen yang dijalankan dengan riang gembira. Konsentrasi itu soal latihan. 
Jadi fokuslah dan teruslah berlatih.

 Menulis karya ilmiah, ketika mengutip karya orang lain dan cara mensiasati buku rujukan harus yang terbaru, sedangkan buku cetak terbitan lama
1) . Ketika kita memang merujuk ke pikiran orang lain di sebuah buku. 
2).Sekarang ini tersedia banyak sumber referensi online.
 Situs di atas banyak buku dan artikel yang bisa kita download gratis. Itu mengatasi buku cetak lama

Demikian resume yang bisa penulis buat untuk materi malam ini, semoga bermanfaat, Allah mudahkan kita sebagai penulis pemula untuk tetap eksis menulis. 
Terimakasih bu Lely yang telah memandu pertemuan malam ini, terimakasih Prof. Ngainun Naim yang telah membagikan ilmunya, semoga Allah catat menjadi amal jariyah, Allah berikan kita umur panjang yang selalu bermanfaat bagi orang banyak. Aamiin yaa Robb. jazakunallahu khairan. Baarakallahu fiikum




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAULID NABI BERSAMA USTADZAH HALIMAH ALAYDRUS

Ahad, 01 Oktober 2023 masjid Al I'tishom Pemkot Tangerang Selatan mengadakan perayaan Maulid Nabi bersama ustadzah kondang Halimah Alayd...