Sebagai pemula yang sangat fakir literasi, aku merasa sangat sulit menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan, khawatir salah, malu, merasa tidak berbakat, minder dengan peserta lain yang sudah menerbitkan banyak buku. Segudang pertanyaan berkecamuk dalam hatiku.
Tips apa kira-kira yang akan disampaikan oleh nara sumber malam ini agar mampu meningkatkan rasa percaya diri dalam menulis? Bagaimana cara menuangkan ide agar tulisan mengalir terus,enak dibaca dan mudah dipahami? Apa saja tips sukses menjadi seorang penulis hebat?
Sebelum kelas dimulai, Pak Dail yang memiliki
segudang pengalaman dan prestasi di dunia menulis memberikan tips sukses
menjadi peserta KBMN PGRI sebagai berikut::
- Ikut materi dengan ikhlas.
- Luangkan waktu untuk menyimak, bertanya, dan membuat resume.
- Posting resume di Blog.
- Kumpulkan link resume yang telah diupload di Blog di Form pengumpulan resume yang ada di Deskripsi Grup KBMN 28.
- Kirim juga link tersebut di WAG KBMN 28
- Saling kunjungi Blog / Blog walking = saling beri komentar.
Tepat pukul 19.00 WIB Pak Dail selaku moderator mengajak
peserta untuk berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar acara ini
berjalan baik.
Om Dr. Jay memulai dengan harapan, "Semoga semuanya bisa menerbitkan buku solo. Akan ada 1000 guru punya buku sendiri."
Inilah sosok narasumber malam ini :
Beliau adalah Dr. Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd , Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1972. Beliau seorang Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT, founder kelas menulis gelombang 1-28, kelas bicara, dan founder Kelas Guru Motivator Literasi Digital. Untuk mengenal lebih jauh, yuuk intip profilnya melalui : https://wijayalabs.com/about atau melalui Channel YouTube https://youtube.com/wijayalabs
Bisa juga melalui https://wijayalabs.wordpress.com/ , atau https://wijayalabs.blogspot.com/
Menurut Om Dr. Jay, rahasia bisa menulis setiap hari adalah membaca tulisan orang lain. Bila rabun membaca, maka akan lumpuh menulis. Kebanyakan orang tidak bisa menulis karena malas membaca tulisan orang lain. Atau merasa tulisannya yang paling hebat. Padahal di atas langit ada langit. Kita harus melepaskan baju kesombongan kita.
Om Dr. Jay memulai
tulisan dengan banyak membaca. Setelah itu baru mulai menulis.
Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Tak ada penulis yang tidak rajin membaca. Semua itu berproses yang dimulai dari adanya ide. Ketika ide muncul lekaslah menulis tanpa mengedit terlebih dahulu. Editlah tulisan setelah ide yang ada dalam otak Anda sudah tersalurkan dengan baik melalui tulisan.
Jangan ragu dan takut salah. Teruslah menulis, karena dengan menulis Anda akan melatih otak, mata, dan bibir Anda agar bersinergi dengan kedua tangan Anda. Bila otak, mata, bibir, dan tangan sudah menyatu, maka akan terlahirlah tulisan yang bermutu. Tulisan yang bermutu akan menarik hati setiap orang yang membacanya.
Menulislah setiap hari dengan hati. Biasakan menulis sebelum tidur. Lalu buktikanlah dan perhatikanlah apa yang terjadi. Kita akan merasakan bahwa menulis adalah obat hati untuk mendekat kepada Ilahi. Spiritualitas diri akan anda temukan kalau anda mampu menguasai diri.
Itulah kutipan dari buku perdana Omjay. Ingatlah selalu mantra ajib OmJay, "Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi" Mantra sakti ini telah dibuktikan oleh ustadz Dail Ma’ruf alumni KBMN gelombang 20 dalam setahun sudah punya 50 buku. Maasyaa Allah, kereeen.....👍👍Aku kudu bisa. Cemungut💪💪
Kubuka PPT OmJay, di sini tertulis, Semua orang bisa menulis, syaratnya banyak membaca, lalu asah dengan menulis komentar postingan orang, lalu menulislah dari hal yang tidak penting menjadi penting. Dengan menulis kita bisa mengaktualisasikan diri dan menyampaikan pesan kepada orang lain dalam bentuk tulisan. Ajaklah siswa untuk menulis. Menulis tentang apa saja yang mereka amati dan pengalaman apa saja yang mereka alami.
Di link ini https://www.kompasiana.com/wijayalabs/63bae6b643a84b1ed7292bd2/buatlah-buku-sebelum-mati OmJay menuliskan Menulislah sebelum tidur. Tak perlu panjang kalimatnya. Barangkali itu pesan terakhirmu. Seorang kawan menulis singkat di WA Group. Besoknya dia dikabarkan meninggal dunia. Pesannya singkat saja. BUATLAH BUKU SEBELUM MATI (merinding aku membacanya, semoga Allah masih memberiku kesempatan untuk bisa berkarya seperti OmJay. Aamiin)
Sebelum mati, buatlah satu buku untuk anak cucu. Itulah pesan Omjay untuk pembaca kompasiana. Caranya bagaimana? Caranya mencicil setiap hari dengan menulis di blog pribadi atau blog keroyokan kompasiana. Itulah cara mudah menerbitkan buku.
Buku pertama Omjay yang berjudul "Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi" diterbitkan oleh Penerbit Indeks Jakarta di tahun 2011. Buku itulah yang membuat Omjay menjadi seorang penulis. Berkat buku itu, Omjay terbang ke pelosok nusantara. Dari Aceh hingga Papua.
Saat ulang tahun
yang ke-50, Omjay meluncurkan buku baru. Judulnya kisah Omjay menjadi manusia.
Buku ini diterbitkan YPTD dengan bayar seikhlasnya. Nah, tepat tanggal 28
Oktober 2022, Nomor ISBN turun dari perpustakaan Nasional, bertepatan dengan Omjay mendapatkan gelar doktor
pendidikan di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Setiap orang
pasti punya waktu untuk menulis. Bisa pagi hari, bisa siang hari, bisa sore
hari, bahkan malam hari seperti Omjay saat ini. Ada juga yang tak tentu
waktunya. Kalau lagi ada mood, langsung bisa menulis. Terkadang malah kehabisan
ide, apa saja yang mau dituliskan. Cara yang paling mudah adalah menulis yang
kita alami saat ini. Menulis kisah nyata jauh lebih mudah daripada menulis
kisah fantasi.
Semua orang pada
dasarnya bisa menulis. Pada pengelolaan blog, unsur keterampilan menulis sangat
mutlak diperlukan agar blog yang dibuat dapat menarik hati para pengunjungnya
untuk membaca dan memberikan komentar. Semua itu akan terjadi seiring banyaknya
tulisan yang dituliskan oleh seorang blogger. Semakin banyak tulisan yang
dibuat, maka semakin banyak pula kesempatan pembaca untuk membaca tulisannya
secara online. Jadilah blogger dengan memiliki blog pribadi. Yuuk kita ngeblog......!
Awal mula OmJay ngeblog tahun 2007, Omjay bertemu dengan seorang blogger terkenal dan beliau adalah seorang kepala sekolah SMK bapak Dedi Dwitagama. Beliulah yang mengenalkan apa itu blog dan bagaimana menjadi blogger. Omjay mulai membuat blog sendiri di blogger.com
Tahun 2008 sekolah Omjay kebakaran dan mulailah Omjay manfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Tulisan siswa di blognya menjelma menjadi buku yuk kita ngeblog dan mendapat juara pertama lomba buku pengayaan Depdikbud dengan hadiah Rp. 20.000.000. Maasayaa Allah...angka yang fantastis. Omjay tak pernah mengira berkenalan dengan bapak Dedi dwitagama di Pascasarjana membawa berkah. Omjay menjadi tahu apa itu blog dan mendapat juara pertama lomba blog dari pusat bahasa tahun 2009.
Blog pertama adalah https://wijayalabs.blogspot.com. Blog kedua adalah https://wijayalabs.wordpress.com. Setelah aktif menulis di blog barulah Omjay membuat blog berbayar di https://wijayalabs.com dengan tagline "Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi". Ini bukunya dan di buku itu ada undangan Omjay diundang ke istana negara oleh presiden Jokowi. Buku bisa membawanya masuk istana dan ketemu Presiden. Jadi menulis setiap hari bukanlah ilmu yang susah untuk dipraktekkan. Melalui blog maka menulis setiap hari terasa indah. Tulisan-tulisan kita di blog menjelma jadi buku bahkan dapat penghasilan tambahan dari menulis.
Berikut beberapa tips OmJay agar kita bisa menjadi penulis hebat:
- Menulislah setiap hari, pasti akan berbuah prestasi.
- Menulislah dengan hatimu, maka engkau akan bertemu dengan pembaca setiamu.
- Menulislah dengan hati, maka akan melahirkan tulisan yang bisa dibaca orang lain dengan hati juga.
- Menulislah dari hal yang kita sukai dan kuasai.
- Bacalah tulisan orang, lalu mulailah menulis.
- Menulis itu akan mudah kalau langsung dilihat dan dialami serta didengarkan secara langsung.
- Menulislah setiap hari dengan ikhlas. Hanya memberi tak harap kembali. Bagi ilmu setiap hari dan bagi pengalaman kepada semua orang
- Hati-hati dalam menulis. Berpikirlah sebelum memposting
- Awali sebuah tulisan dengan menyapa pembaca.
- Menulis resume itu mudah, idealnya 500 kata. Supaya bisa dirajut menjadi buku yang enak dibaca.


Bagus tulisannya
BalasHapus