Alhamdulillah hari ini Rabu 08 Februari 2023, 19.00 WIB. Kelas BM28 telah memasuki pertemuan ke 14 dari 30 pertemuan. Tetap semangat dan istiqomah mengikuti pertemuan hingga akhir dan mampu menghasilkan buku solo dengan mempraktikkan mantra ajib Om Dr. Jay ( Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi).Malam ini kelas BM 28 akan ditemani moderator cantik dari TSO, alumni KBMN gelombang 25-26 yaitu Ibu Yandri Novita Sari yang berasal dari Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pesisir Selatan.Pertemuan malam ini akan mengupas materi tentang Konsep Buku Nonfiksi bersama Ibu Musiin, M. Pd. akrab dipanggil Bu Iin merupakan guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri kelahiran Kota Tahu Takwa Kediri. Bu Iin juga merupakan peserta KBMN gelombang 8 yang berhasil duet dengan Prof. Eko Indrajit, karya buku mayor beliau berjudul Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda Melalui Literasi.Selain menjadi penulis, beliau juga Founder Organisasi Swadaya Masyarakat YAPSI dan juga Founder PT In Jaya. Kemudian juga tidak kalah hebatnya, alumni IKIP Negeri Malang ini juga berhasil menempuh Short Course di SEAMEO RELC di Singapura pada tahun 2015. Maasyaa Allah......narasumber multitalenta.. ππ
Ini karya-karya yang telah beliau hasilkan, kerenπ
Beliau berbagi pengalamannya sebagai penulis pemula, bahkan bisa dikatakan mulai dari nol, beliau telah berhasil mengalahkan tantangan.
Di awal beliau ikut kelas menulis Om Jay gelombang 8, belum mempunyai blog hingga terbit buku nonfiksi.
Beliau memberikan sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan untuk penulis pemula berjudul
Is There A Book Inside You?
Jawabannya adalah YES YES YES.
Setiap orang memiliki segudang pengalaman, keterampilan, pengetahuan yang hanya tersimpan dalam diri .
Sudah berapa ratus purnama tersimpan, tanpa ingin dilahirkan. Apakah semuanya akan hilang bersama jaman. Tentu tidak.
Apa yang kita tulis akan menjadi pengukir sejarah dan warisan anak cucu.
Inilah quotes yang menjadi penyemangat penulis.
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian" (Pramoedya Ananta Toer)
"Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah" (Imam Ghazali)
πPengertian Tulisan Nonfiksi.
Tulisan ini bersifat objektif dan berbasis data dan fakta.
Bahasa yang digunakan juga bersifat denotatif, apa adanya.
Jenis-Jenis Tulisan Nonfiksi
Biografi, Esai, Makalah, Artikel, Karya Tulis Ilmiah, dan Buku Nonfiksi
Narasumber tidak pernah bermimpi untuk bisa menulis buku, namun ternyata kelas menulis Om Jay menjadi pembuktian bahwa TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN. Kata Prof Rhenaldi Kasali, kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan. Seperti nasihat Om Jay “Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi.”
Sebagai alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8, beliau juga mendapat kesempatan sekaligus tantangan menulis yang diberikan Prof. Eko. Beliau bersembilan telah berhasil menaklukakan tantangan menulis Prof Eko dan buku mereka telah berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karyabeliau berjudul Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi.
Beliau telah berhasil mengalahkan ketakutan dari diri sendiri.
Ketakutan itu ternyata merendahkan potensi saya untuk menulis.
Beliau yakin peserta hebat yang ada di kelas ini pasti juga mampu menjadi PEMENANG DENGAN MENERBITKAN TIDAK HANYA 1 buku namun puluhan buku.
Ketakutan yang beliau rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Pola Penulisan Buku Nonfiksi
Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku- buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)
Pola yang beliau pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.
Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Langkah Pertama, Pratulis
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka dapat berupa daftar isi.
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
9. Survey
10. Wawancara
Artinya, kita tidak akan bisa menulis dengan bagus, jika kita tidak pernah membaca dan mengupdate pengetahuan kita.
Ibu Musiin mengapresiasi,memberi jempol, di kelas BM38, semua peserta saling mengunjungi tulisan peserta lain dengan meninggalkan komentar.
Langkah kedua, Menulis Draf
1. Menuangkan konsep ke dalam tulisan dengan prinsip bebas.
2.Tidak mementingkan kesempurnaan,tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan seperti yang disampaikan oleh Prof Ekoji dengan mengacu 5 W dan 1 H sehingga memudahkan dalam pengembangan dari kerangka tulisan. Apakah judulnya (What), mengapa judul itu penting (Why), siapa yang membutuhkannya (WHO), dimana judul tersebut dapat diimpementasikan (Where), kapan menerapkannya (When), dan bagaimana mengimplementasikannya (How).
Tema yang beliau angkat di bukunya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa, mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020
Buku ini beliau tulis di awal pandemi Covid-19.
Referensi berasal dari data dan fakta yang beliau peroleh dari literasi di internet.
Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Inilah " A Book Inside You"
Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini beliau ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, beliau mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be
Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.
Berikut ini adalah anatomi buku nonfiksi.
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Penulisan anatomi buku digunakan untuk uji kompetensi sebagai penulis di Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis Editor Profesional (LSP PEP)
Langkah Ketiga, Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian.
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah dapat dilakukan melalui review atau saran dan masukan dari rekan atau penulis senior, sehingga menambah nilai isi konten dari tulisan yang kita buat.
Untuk merevisi draf, ada pada materi tentang Proofreading sebelum menerbitkan tulisan.
Langkah Keempat, Menyunting Naskah (KBBI dan PUEBI)
Perhatikan ejaan, tata bahasa, diksi, data dan fakta, serta legalitas dan norma.
Menyunting naskah dilakukan secara mandiri atau oleh penerbit.
Langkah Kelima, Menerbitkan
Penerbitan dilakukan oleh penerbit sesuai perjanjian antara penulis dan penerbit dalam bentuk tampilan,halaman, jumlah, dan bobot.
Untuk mengetahui suatu topik menarik atau tidak, kita bisa mengecek di Google Trends.
Ini hasil penelusuran tentang topik Kurikulum Merdeka.
Kita bisa melihat bahwa topik tersebut masih cukup tinggi.
Ini berarti jika kita menulis topik tersebut, akan diminati banyak orang.
Pada akhir sesi naasumber Ibu Musiin memberikan closing statement,"Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar. Mari kita mulai menulis dan jangan pulang sebelum menang".
Demikian resume materi malam ini, terimakasih untuk moderator dan narasumber yang telah meluangkan waktunya, berbagi ilmu dengan ikhlas, memberikan motivasi yang luar biasa yang sangat bermanfaat terutama bagi penulis pemula. Semoga selalu dalam penjagaanNya, karya-karyanya semakin melangit, Aamiin.
Tangerang Selatan, 08 Februari 2023/ Toyibah Sobari






Mantap bun.. Ayoo ttp semangat, yaaa...
BalasHapusTerimakasih, jeng
BalasHapusBagus resumenya lengkap, rapi, dan kaya ilmu
BalasHapusTerima kasih, om Brian
BalasHapus