Senin 23 Januari 2023, 19.00 WIB pertemuan ke 7 malam hari ini ada dua orang guru
hebat Indonesia yang akan tampil membersamai kita, yaitu
ibu Raliyanti, S. Sos., M.Pd. sebagai moderator dan ibu Ditta Widya Utami, S. Pd. Gr. menjadi narasumber.
Sebelum kelas dimulai tepatnya pukul 18.53 WIB, Om Dr.Jay menghimbau peserta untuk menyiapkan resumenya dengan baik agar kelak bisa menjadi buku yang bermutu. Dari kumpulan tulisan di blog akan menjelma menjadi buku yang enak dibaca. Jika mengalami kesulitan, bisa minta bantuan mentor dari tim solid Omjay. Insya Allah mereka akan dengan senang hati membantu semua peserta KBMN 28.
Om Dr.jay berharap banyak peserta yang
lulus di gelombang 28 ini karena mereka fokus dan membaca dengan seksama
informasi yang ada dalam wa group ini.
Tak ada penulis yang malas
membaca. Ingatlah selalu mantra ajaib Omjay. Membaca lah setiap hari dan
buktikan apa yang terjadi.
Om Dr. Jay masih melanjutkan wejangannya. "Banyak membaca akan membuat anda
keliling dunia. Banyak ilmu dan pengetahuan anda dapatkan. Banyak pengalaman
orang lain bisa anda tiru dan kemudian anda amalkan dalam kehidupan
sehari-hari.
Tepat pukul 19.00 wib kita akan
mulai materinya. Perhatikan dengan seksama informasi yang disampaikan oleh
narasumber. Insya Allah resume malam ini akan terus bertambah dan kami akan
dengan senang hati membacanya. Jangan sedih ketika blog anda sepi dari
komentar. Anda bisa japri Omjay dan tim solid untuk membaca dan memberikan
komentar. Selamat belajar menulis di pertemuan ketujuh. Demikian nasehat dan support Om Dr. Jay.
Tepat pukul 19.00 WIB moderator cantik Ibu Raliyanti mulai mengetik menyapa peserta . Kubaca tulisannya: Alhamdulillah... hari ini kita memasuki pertemuan ke-7. Semoga semuanya masih tetap semangat utk belajar. Aamiin.
Mari siapkan segala sesuatunya..
hape atau laptop, charger.. cemilan, minuman.. supaya bisa belajar dengan
tenang dan santai... 😇
Masih terasa euforia pertemuan
sebelumnya. Tantangan menulis dr prof Eko yang menggoda. Semoga buku bisa terwujud nyata. Tanpa ada Writer's Block yang melanda
Semoga kita semua selalu dalam
keadaan sehat wal'afiat, diberikan kemudahan dan dilancarkan urusan kita agar
bisa menginspirasi dengan berbagi ilmu yang bermanfaat.. Aamiin.
Marilah kita buka kegiatan malam
ini dengan sejenak menundukkan kepala, bermunajat... agar ilmu yang didapat
malam hari ini bermanfaat dan berkah utk kita semua.
Adapun agenda kegiatan malam ini:
1. Pembukaan
2. Paparan Materi
3. Tanya Jawab
4. Penutup
Dilanjutkan dengan perkenalan dan sharing pengalaman sang moderator, Bapak ibu peserta KBMN Gel 28 yg
berbahagia. Perkenalkan saya Raliyanti, salah satu dari Tim Solid Omjay yg biasa
disapa Rali.
Saya, sama seperti bapak ibu. Dulunya juga peserta Kelas Menulis di gelombang 20 bersama Pak Dail dan
bu Helwiyah. Alhamdulillah... dengan rutin
mengikuti kegiatan, mensupport diri untuk terus menyelesaikan resume on time,
saling blog walking memberi semangat (sejatinya saya menyemangati diri saya
sendiri) kemudian akhirnya... saya pun dinyatakan lulus krn jumlah resumenya sesuai kategori dan saya juga
berhasil memiliki buku karya sendiri. 😍
Buku pertama sang moderator berjudul
"Wujudkan Mimpi Terbitkan Buku" kemudian di tahun berikutnya lahir
buku solo yg kedua dengan judul "Guru di Era Digital". Selain itu,
ada 17 judul buku antologi yg beliau miliki baik fiksi mau pun nonfiksi.

Semua ini terwujud karena saya punya mimpi, termotivasi karena komunitas ini dan mendapat support serta ilmu dari narasumber hebat yang ikhlas berbagi tanpa pamrih. Masyaallah.. 💕💕💕💕
Sang moderator berharap,Semoga peserta yang belum punya buku nanti dapat segera menyusul, bisa punya buku karya sendiri.
Terus berkarya dan jangan berhenti begitu saja.
Itulah sharing dari moderator malam ini.
Malam ini beliau bertugas menjadi moderator untuk mendampingi seorang ibu muda yang geulis, smart, baik hati dan tidak sombong. Seorang guru dengan prestasi-prestasinya yang luar biasa. Silakan dilihat dulu profil narsum kita malam ini di sini:
https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html?m=1
Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr. adalah
salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa
Barat. Menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I. dan telah dikaruniai seorang
anak laki-laki bernama Muhammad Fatih Musyfiq. Selain aktif di MGMP, anak kedua
dari pasangan Dastewi, S.Pd. dan Tia Makmur Setiana, S.Pd. ini juga aktif di
bidang literasi.
Riwayat pendidikan :
SDN Cipeundeuy Subang (1996-2002)
SMPN 1 Cipeundeuy Subang (2002-2005)
SMAN 1 Purwakarta (2005-2008)
Pendidikan Kimia UPI (2008-2012)
PPG Daljab A3 UNM (2020)
Karya tunggal :
1. Precious (2017-2019), a
novel 12 chapter - tersedia di Wattpad (klik di sini)
2. Mengapa Tak Kau
Tanyakan Saja (2019), a short story 10 chapter -
tersedia di Wattpad (klik di sini)
3. Djogja Backpacker (2019), a
short story 5 chapter - tersedia di Storial
(klik di sini)
4. Buku "Lelaki di Ladang
Tebu"
(2020), kumpulan cerpen pendidikan (silahkan cek Instagram @dittawidyautami untuk
melihat testimoninya)
5. Buku "Membongkar
Rahasia Menulis" (2021), kumpulan tulisan selama mengikuti lomba blog PGRI
bulan Februari
6. Buku "Sepenggal Kisah Corona : Memoar Perjalanan Hidup Selama Satu Tahun Pandemi" (2021)
Buku karya bersama :
- Jejak
Langkah Guru Subang (2019)
- kumpulan best
practice, MGMP IPA Subang
- Guru
di Ladang Ilmu (2019)
- kumpulan cerpen karya guru, Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat
(KPPJB)
- Sepenggal
Kisah di Ruang Cipta Pentigraf (2020) - KPPJB
- Dari
Mata Air Hingga Muara (2020)
- Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa)
- Pelangi
Jiwa (2020)
- kumpulan kisah inspiratif, KPPJB
- Pena
Digital Guru Milenial (2020)
- kisah para guru blogger, PGRI
- Menyongsong
Era Baru Pendidikan (2020)
- bersama Prof. Eko Indrajit
- Pola
Pembelajaran yang Efektif dari Rumah (2020) - Hasil Lomba Blog Hardiknas
(PGRI)
- Sumbu
Saihu Lisangbihwa (Jan
2021) - antologi puisi Saihu, Saihula, Saihudan bersama Lisangbihwa
- Dendang
Asa Dalam Untaian Kata (Jan
2021) - antologi pentigraf bersama KPPJB Regional Subang
- Meniti
Asa : Kumpulan Kisah Awal Menjadi Guru (Feb 2021) - KPPJB
- Kelas
Bertembok Pelangi (Agustus
2021) - FIMNesia
- Aku
Bangga Jadi Anak Muslim -
Jendela Puspita
Prestasi/Penghargaan yang pernah diraih :
- Peraih
Parasamya Susastra Nugraha (100 Guru Penulis Jawa Barat) - 2020
- Peraih
Parasamya Suratma Nugraha (Penggerak literasi)
- 2020
- Penghargaan dari Dinas Kearsipan
dan Perpustakaan (Disarpus)
Kab. Subang sebagai donatur buku - 2020
- Penghargaan
Bupati Subang (2020)
diusulkan Disdikbud Kab. Subang, diberikan saat HUT PGRI dan Korpri
- Penghargaan
Bupati Subang (2021)
diusulkan Disarpus Kab. Subang, disampaikan saat HUT Subang ke-73
- Penghargaan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang (2021) untuk guru berprestasi
disampaikan saat Hardiknas
- Penghargaan Bupati Subang (2022)
Komunitas
yang diikuti :
·
MGMP IPA (Pengurus di Komisariat Kalijati, Subang)
·
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
·
Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB)
·
Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa)
· Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal)
Pengalaman/Aktivitas
:
- Pengajar
Praktik Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 dan 6
- Pemateri
tentang Pemanfaatan Akun Belajar.id dan PMM di IHT SMPN 1 Cipeundeuy
(2022)
- Narasumber
Pelatihan Belajar Menulis melalui WA Grup (PGRI)
- Narasumber
Belajar Bicara (Webinar APKS PGRI)
- Narasumber
GEMA #3 AGUPENA (November, 2022)
- Narasumber di
Kelas Pelatihan Kreatif Menulis Agupena Pusat (September, 2021)
- Narasumber di
Kelas Menulis Buku Inspirasi, Agupena NTT (September, 2021)
- Narasumber di
Kelas Penulis Surabaya (Juli, 2021)
- Narasumber
Menulis Bersama Pak Naff, Sumatera (Mei, 2021)
- Membimbing
siswa menulis cerpen selama 20 hari hingga lulus ODOP Challenge
Lisangbihwa (April, 2021)
- Panitia
Pemilihan Kecamatan (PPK) Cipeundeuy, Subang pada Pemilu 2019
- Membimbing siswa hingga meraih Juara 1 LKTI tingkat kabupaten yang diadakan oleh Dinas Sosial Kab. Subang tentang HIV/AIDS (Nov, 2018)
Mari berteman
dengan penulis :
Email : dittawidyautami@gmail.com
Blog
:
Blogspot (dittawidyautami.blogspot.com)
Kompasiana (https://www.kompasiana.com/ditta13718)
Edublogs (https://jendelaipa.edublogs.org)
YouTube
: ditta widya utami
Instagram/Twitter : @dittawidyautami
LinkedIn : Ditta Widya Utami
Beliau menulis,memulai ceritanya, Siapa pun yang ingin menjadi penulis andal, maka harus siap dengan prosesnya.Tak bisa instan tentu. Diperlukan jam terbang yang cukup banyak agar bisa menjadi seperti Omjay, Bunda Kanjeng, Pak Dail, Bunda Aam, Bu Rali, Mr. Bams, Prof. Eko, dan lainnya yang tak bisa saya sebut satu per satu. Beliau sudah senang membaca buku-buku cerita sejak kecil (sebelum SD). Senang menulis sejak di sekolah dasar (dalam buku diary). Lalu ... saat SMP, sering mengirim tulisan ke mading sekolah dan pernah menulis cerita di buku tulis yang dibaca bergiliran oleh teman-teman. Atas arahan guru Bahasa Inggris saya saat itu, saya juga menulis diary dalam bahasa Inggris. Ketika SMA, saya masih tetap menulis diary. Beberapa teman dekat yang membaca diary saya sempat berkomentar bahwa tulisan saya sudah seperti novel 😅
Namanya anak remaja, banyak emosi yang dituangkan dalam catatan Ditta remaja. Namun belakangan, saya tahu bahwa menulis apa pun yang kita rasakan bisa menjadi self healing yang baik.
Bahkan saat ini, beberapa psikolog ada yang menyarankan kepada para
pasiennya untuk menulis sebagai salah satu cara mengatasi depresi dsb.
Rupanya kebiasaan menulis
tersebut memberi banyak manfaat. Misalnya ketika kuliah, beliau pernah membuat
buku Petualangan Kimia bersama rekannya, dan diikutsertakan dalam Lomba
Kreativitas Mahasiswa di Jurusan. Alhamdulillah meraih posisi kedua.
Awal masuk dunia kerja, bisa
dibilang saya cukup vakum menulis. Mengajar di boarding school dengan aktivitas
yang padat membuat saya mengambil jeda sejenak dalam dunia kepenulisan.
Hingga akhirnya di awal masa
pandemi, saya mengikuti kelas menulis bersama PGRI dan masuk di angkatan ke-7
beliau sangat bersyukur,
karena berawal dari arahan untuk membuat resume, beliau kemudian kembali aktif
menulis di blog. Bahkan berkesempatan menulis bersama Prof. Eko. Alhamdulillah
menjadi 1 di antara 9 orang (angkatan pertama tantangan Prof. Eko) yang bukunya
terbit di penerbit mayor.
Karena terbiasa menulis
juga, alhamdulillahbeliau bisa menyelesaikan esai di seleksi Calon Pengajar
Praktik Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 dan lulus. Alhamdulillah saat ini
sedang bertugas lagi di Angkatan 6.
Menulis membarikan banyak manfaat. Ada yang menulis karena hobi, kebutuhan, tuntutan profesi, dan lain sebagainya. Apa pun alasannya, aktivitas menulis memang tak bisa lepas dari kita sebagai makhluk yang berbahasa dan berbudaya.
Kaitannya cerita beliau dengan writer's block, adalah
Menulis adalah kata kerja yang hasilnya bisa sangat beragam. Oleh karena itu tak hanya novelis, cerpenis, jurnalis atau blogger, namun ada juga copywriter yg tulisannya mengajak orang untuk membeli produk, ada content writer yang bertugas membuat tulisan profesional di website, ada script writer penulis naskah film/sinetron, ada ghost writer, techincal writer, hingga UX writer, dll. Faktanya, penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias Writer's Block. Tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun yang masuk dalam dunia kepenulisan. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya. Karena ...WB ini bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan. Tergantung seberapa cepat kita menyadari dan mengatasinya.
Writer's Blok adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis. Tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya. Hal ini bisa terjadi dengan disadari atau pun tidak. Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. Berkaca dari pengalaman, WB ini bisa terjadi berulang. Me-reinfeksi kita sebagai penulis. Itulah mengapa saya katakan WB ini sebagai "virus" yang sesekali bisa aktif bila kondisinya memungkinkan. Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya. Begitu pula dengan WB. Agar bisa terhindar atau segera terlepas dari WB, maka kita perlu mengenali penyebabnya.
1). Mencoba metode/topik baru
dalam menulis sebenarnya bisa menjadi penyebab sekaligus obat untuk WB.Misal ketika jadi penyebab:
Lalu bagaimana ini bisa menjadi salah satu obat WB? Jawabannya akan berkaitan dengan faktor penyebab WB yang kedua dan ketiga.
2). Stress. Dalam Kamus Psikologi, stres diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan dan konflik. Pada akhirnya, jangankan menulis, kita bisa merasa jenuh dan suntuk. Terserang WB deh. Maka, mencoba hal baru dalam menulis bisa jadi alternatif solusi.
3). Lelah fisik/mental akibat aktivitas harian yang padat juga dapat memicu stress
Mempelajari hal-hal baru yang berbeda dg sebelumnya pasti menyenangkan.
Sebaiknya rehat sejenak dan melakukan hal yang disukai untuk refreshing.
Membaca buku-buku ringan
untuk cemilan otak juga bisa jadi solusi mengatasi WB. Biar bagaimanapun, WB
bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata.
Dengan membaca, kita bisa menambah kosa kata. Pada akhirnya, jika
diteruskan insya Allah bisa sekaligus mengatasi WB.
4). Terakhir yang bisa
menyebabkan WB adalah terlalu perfeksionis.
Kembali ke kisah beliau saat menulis diary berbahasa Inggris yang sudah diceritakan di awal.
Jikabeliau membuka kembali diary berbahasa Inggris yang ditulis saat
duduk di kelas 2 SMP, beliau akan tersenyum bahkan tertawa sendiri. Mengapa? Grammar nya saja banyak yang tidak sesuai, tapi beliau tetap PD menulis 😄
tak hanya satu, ada dua atau tiga diary.
Tapi, justru itulah salah
satu kunci menghadapi WB
Bila saat itubeliauterlalu perfeksionis, terlalu memikirkan apakah
tulisan sudah sesuai kaidah atau belum, niscaya diary berbahasa Inggris
itu tidak akan pernah rampung.
Kondisi menulis dimana kita
tidak memikirkan salah eja, salah ketik, koherensi dsb ternyata dalam dunia
psikologi dikenal dengan istilah free writing atau menulis bebas.
Yuk, dicoba menulis bebas
untuk mengatasi salah satu penyebab WB-nya 😊👍🏻
Bukankah tulisan yang buruk
jauh lebih baik daripada tulisan yang tidak selesai?
So, ayooo semangattt
menulisss ... ✍🏻✍🏻✍
Di akhir sesi bu Ditta memberikan closing statement ,Ada pepatah yang mengatakan:
"It doesn't matter how brilliant is your brain. If u do not speak
up, it would be zero."
Sedikit tips dari moderator kita yang dikutip dari seorang penulis bernama Mark Twain:
"Rahasia untuk maju adalah memulai. Rahasia untuk memulai adalah
memecah tugas-tugas rumit Anda yang luar biasa menjadi tugas-tugas kecil yang
dapat dikelola, dan kemudian memulai dari yang pertama."
Terimakasih bu Rali, bu Ditta atas ilmunya, semoga Allah beri kesehatan yang prima, sukses dalam karir, selalu bahagia bersama keluarga tercinta, dan semoga saya mampu mengatasi WB, bisa PD dalam menulis, selalu semangat belajar, untuk meraih mimpi sebagai penulis hebat yang bermanfaat bagi orang banyak. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar