Rabu, 08 Maret 2023

MENJADI PENULIS PENERBIT MAYOR

 

Pertemuan ke-26, Rabu 8 Maret 2023, 19.00 WIB. 
"Tahukan kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun?  Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari..." (Pram 06/02/2006)
Bismillah..... Memasuki pertemuan ke-26, Kelas BM 28 mengusung tema yang benar-benar sangat menarik, yaitu MENJADI PENULIS PENERBIT MAYOR. bersama narasumber Bapak Joko Irawan Mumpuni, Direktur Penerbitan dari Penerbit Andi Yogyakarta. Beliau juga tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan IKAPI DIY, penulis buku bersertifikat BSNP dan Asesor BNSP, akan membagikan ilmunya tentang penerbit mayor dan bagaimana caranya agar naskah kita bisa tembus ke sana, akan dipandu oleh moderator yang super Ibu Raliyanti, S.Sos., S. Kom., M. Pd. dari Tim Solid Omjay (TSO) 

Kalimat pembuka Pak Joko dalam Kelas BM28 malam ini:"Saya senang malam hari ini bisa ketemu dengan teman2 semua digrup ini untuk kita dapat belajar bersama-sama bagaimana dapat membuat tulisan yang berguna bagi siapapun yang membacanya.  Jadi pada malam hari ini saya didaulat untuk berbagi pengalaman dalam acara sharing malam hari ini.

Setiap penulis mempunyai impian kalau bukunya bisa diterbitkan oleh PENERBIT MAYOR. Tidak banyak jumlah PENERBIT MAYOR DI INDONESIA. Menjadi penerbit mayor memiliki kriteria yang tidak mungkin dapat diraih dalam waktu pendek, tetapi bisa sampai puluhan tahun. Syarat menjadi penerbit mayor salah satunya adalah harus sudah memiliki judul terbitan buku puluhan ribu judul dan tiap tahunnya harus menerbitkan ratusan judul secara konsisten.

Yuuuk...kita simak materi utamanya.....๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘‡

Pengertian Penerbit
Penerbit adalah  Industri kreatif yang di dalamnya ada kolabarasi insan-insan kreatif : Penulis, Editor, Layouter, Ilustrator dan desain grafis.. 
Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak, saat ini dan mendatang akan bertambah insan-insan kreatif bidang lain yang akan bergabung seiring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher 5,0. yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya-karya kreatif.

Ada jenis2 buku didunia ini, biasanya klasifikasi jenis buku digambar dengan grafis yang mirip sirip ikan seperti ini: ๐Ÿ‘‡

Dua kategori besar jenis buku adalah 
  1. Buku Teks (buku sekolah-kampus). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan kampus disebut buku Perti (perguruan tinggi).  
  2. Buku Non Teks (buku-buku populer). Buku Nonteks  dibagi dua lagi menjadi buku Fiski dan Non Fiksi. Sehingga grafisnya akan tergambar seperti ini:

Buku Perguruan Tinggi dibagi dua:
a. Eksak: Kedokteran, Perikanan, Teknik, Kehutanan, Informatika, Peternakan, Pertanian, Pertambangan, MIPA, Kelautan, Kamus, Teologi
b. Non Eksak: Ekonomi, Filsafat, Hukum, Parstel, Psikologi, Pendidikan, Sos Pol, Sosio Anthro, Bahasa Sastra, Sejarah, Budaya, Komunikasi.

Buku Non Teks
a. Fiksi: Komik, Antologi, Sastra, Novel
b. Non Fiksi: Anak, Umum Populer, Komputer Internet, Agama, Hobi

Sekarang mari kita lihat grafis2 hasil survei yang menggambarkan dunia perbukuan di Indonesia, sebagai dasar/inspirasi penulisan buku



Jenis tulisan yang diminati dikalangan pembaca
1. Fiksi 75%
2. Nonfiksi 41%
3. Bisnis 33%
4. Sains populer 31%
 5. Literatur hobi 24%
  6. Literatur sains dan textbook 22%

Contoh buku-buku yang telah terbit

Nah itu tadi gambar2 cover buku yang telah terbit dengan caption2 penjelasannya. Sekarang kita cek pada diri kita masing2 kita pada leval mana terkait dengan tulis menulis.. perhatikan gambar sbb:

Terkait dengan tulis menulis, saat ini kita berada di posisi mana?
Harapannya setelah mengikuti acara ini, kita  berada dilevel paling atas ya...

๐Ÿ‘‡ Industri penerbitan bila digambar utuh lengkap maka ekosistemnya seperti ini:


Penghambat Pertumbuhan Industri Penerbitan/Literasi
1. Minat baca: budaya baca, kurangnya bahan bacaan, dan kualitas bacaan.
2. Minat tulis: budaya tulis, tidak tahu prosedur menulis dan penerbitan, anggapan salah tentang dunia penulisan dan penerbitan.
3. Apresiasi hak cipta; pembajakan, duplikasi non legal, perangkat hukum.
Salah satu cirinya adalah mudah percaya pada HOAX atau berita bohong.

Proses penerbitan buku 
Ciri-ciri penerbit yang baik
~Memiliki visi dan misi yang jelas.
~Memiliki Bussines core lini produk tertentu
~Pengalaman penerbit
~Jaringan pemasaran
~Memiliki percetakan sendiri
~Keberanian mencetak jumlah eksemplar
~Kejujuran dalam pembayaran royalti


Ciri-ciri penerbit yang harus diwaspadai
~Hanya bertindak sebagai broker naskah
~Alamat tidak jelas
~Tidak ada dokumen perjanjianpenerbitan yang baik.
~Tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri
~Tidak memiliki percetakaan sendiri
~Prosentase royalti tidak wajar
~Laporan keuangan tidak jelas

Hal yang didapatkan ketika penulis  berhasil menerbitkan buku secara profesional dan diterbitkan oleh penerbit yang bereputasi
  • Peningkatan finansial: Royalti, Diskon pembelian langsung, Seminar/mengajar.
  • Peningkatan karir: Adanya kenutuhan peningkatan status jabatan, peluang karir di institusi atau perusahaan
  • Kebutuhan batin: Buku sebagai karya monumentalang akan dikenang sepanjang masa.
  • Reputasi: Buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya. 
Kriteria agar naskah buku dapat diterima oleh penerbit untuk dapat diterbitkan. 
Karena tidak semua naskah dapat diterima. Sebagai contoh penerbit ANDI itu tiap bulan menerima naskah masuk bisa sampai 500 nasakah. Namun yang diterima untuk diterbitkan hanya 50 Judul saja. 
               

Dengan Google Trends Penerbit Andi menilai suatu naskah  itu dapat diterbitkan atau tidak. Hampir semua tema yang ada mata kuliahnya atau ada mapelnya pasti laku di pasaran. Syarat minimal jumlah sitasi adalah 2000 agar naskash bisa diterima, di sini Penerbit Andi menggunakan data dari Google  Scholar/Cendekia. Bahkan reputasi penulis ternyata sangat berpengaruh, makanya ketika Prof. Ekoji ada program menulis bareng dengan para guru, semua diterima oleh Penerbit Andi karena di sana tercantum nama Prof.Ekoji sebagai salah satu penulisnya. 

Cara menentukan jumlah cetak atau oplah. 
Perhatikan gambar berikut ini ada 4 kwadran:
Penerbiat akan sangat berhati hati jika ada buku-buku yang bertema memiliki Pasar sempit dan Lifecicly pendek, namun penerbit akan senang dengan tema2 buku yang memiliki LifeCycle panjang dan market lebar. 
Masalah Selingkung ini juga banyak ditanyakan 'Penerbit bapak pakai gaya selingkung apa?'jawabnya kami pakai gaya selingkung apapun yang dipakai penulis. alah satu buku yang pakai selingkung Vancouver Style
Konsistensi Gaya Selingkung
Penerbit dapat menetapkan lebih dari satu cara pengutipan dan penulisan daftar pustaka sesuai dengan lingkup bidang penerbitannya, misalnya standar American Language Association/ALA, Michigan Language Association /MLA, Chicago Manual Stle/CMS, atau Harvard Style.
Cara pengutipan dan penulisan daftar pustaka harus diterapkan secara konsisten untuk setiap terbitan. 

Ciri-ciri Penulis Idealis
~Menulis tidak begitu memperhatikan kebutuhan pasar.
~Tidak suka dengan campur tangan pihak lain.
~Imbalan finansial tidak begitu dipentingkan.
~Kesempurnaan sebuah karya lebih penting dari pada produktifitas.

Ciri-ciri Penulis Industrialis
~Menulis dengan sangat memperhatikan kebutuhan pasar.
~Terbuka dan lapang dada terhadap segala intervensi pihak lain.
~Imbalan finansial merupakan tujuan utama.
~Terkadang kesempurnaan karya tidak lebih penting dari pada produktifitas. 

Ciri-ciri Penulis Idealis-Industrialis
~Tetap memperhatikan kebutuhan pasar, namun tetap berani ambil sikap yang berbeda dengan kebanyakan penulis lain.
~Meskipun terbuka terhadap masukan orang lain, tetap mempunyai pendirian ang kokoh.
~Imbalan finansial memang penting, namun tetap memperhatikan kualitas.
~Keseimbangan antara kesempurnaan kara dan produktifitas. 


"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah(Rumah Kaca, h.352)" -Pramoedya Ananta Toer

"Bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah". (Al Ghazali)

Sesi Pertanyaan
1. Alasan apa saja sehingga penilai menolak naskah tersebut?
    Jawab: Kebanyakan naskah ditolak karena tema yg ditulis tidak lagi trend atau penulisnya belum memiliki reputasi sehingga menurut penerbit buku itu akan tidak laku.

2. Jika kita menulis tema populer dan karena keterbatasan ilmu maka kita menukil dari banyak referensi untuk sumber tulisan kita dan tentunya hal itu dimasukkan ke daftar pustaka. Apakah tulisan/naskah buku kita dari hasil banyak menukil/mengambil dari referensi terpercaya itu akan lolos oleh seleksi penerbit mayor? Bagaimana solusi akan hal tersebut?
Jawab: Tidak ada satupun buku ilmiah yang ditulis tanpa referensi sumber yang lain. Jadi buku yang kontennya mensitasi dari buku lain itu sah dan tidak ada pengaruhnya diterima atau tidak. Kecuali buku itu hasil plagiasi dari sumber lain, pasti  naskah akan kami kembalikan.

3. Menurut bapak, apakah ada kemungkinan tulisan pemula bisa bersaing dengan penulis-penulis popular? 
Jawab: Penulis pemula peluangnya sama dng penulis senior, kadang penulis pemula bak emas yg ditemukan dari dalam lumpur.

4. Apa saran Bapak kpd penulis pemula. Tulisan seperti apa yang tidak mungkin ditolak. 
Jawab: Saran saya bergabungnya dengan penulis senior yang mau membimbing dan namanya mau dicantumkan dalam buku itu, contoh pembimbing yang baik hati adalah Prof.EkoJi.

5. Penerbit saat ini jg menerbitkan ebook. Sampai saat ini sy blm pernah membeli ebook dr penerbit. Kalau membeli ebook itu bagaimana prosesnya? Apakah ebook itu hanya kita yang sudah beli saja yang bisa membuka/baca?
Bagaimana kalau ada yg memberikan kpd org lain utk dibaca? apakah ada sanksinya?
Jawab: Banyak platform atau apliakasi yg menyediakan ebook baik yang gratis maupun yang berbayar. Sampai saat ini belum ada kasus demikian hingga pelakunya dapat sangsi. Menurut saya platformnya atau aplikasinya sistem keamanannya yg harus diperbaik.

6. Saya mengamati beberapa novel yang diterbitkan dan booming. (Kasusnya Bukan penulis yg memang sudah punya nama besar.)
Rata-rata mereka para penulis novel itu mereka terlebih dulu menulis di platform online dan sudah memiliki reader online tetap dalam jumlah banyak. Apakah di penerbitan yang Bapak kelola jika akan menerbitkan novel, jumlah viewers online juga menjadi bahan pertimbangan?
Jawab: Betul ekosistem yg demikian ini Penerbit akan terhindar dari kerugian karena novel yg diterbitkan tidak laku. Maka ayo nulis terus dan pamerkan diplatform platform gratis untuk mendapatkan banyak calon pembaca..

 Alhamdulillah, ilmu yang luar biasa telah kita dapatkan dari narasumber Bapak Joko Irawan Mumpuni,terimakasih ilmunya, semoga bermanfaat bagi kita dan semakin mudah menjadi penulis penerbit mayor. Aamiin

Tangerang Selatan, 17 Sya'ban 1444 H-Toyibah Sobari

4 komentar:

MAULID NABI BERSAMA USTADZAH HALIMAH ALAYDRUS

Ahad, 01 Oktober 2023 masjid Al I'tishom Pemkot Tangerang Selatan mengadakan perayaan Maulid Nabi bersama ustadzah kondang Halimah Alayd...